Pondok Pesantren Thariqun Najah Kembangkan sebuah model ekonomi pesantren yang inovatif, yakni Agrobisnis Syariah terpadu. Langkah ini diambil sebagai respons proaktif terhadap isu Ketahanan Pangan Lokal dan juga sebagai upaya mewujudkan kemandirian ekonomi pesantren. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi Islam dalam sektor pertanian dan peternakan, Thariqun Najah tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga agri-santripreneur yang kompeten dan berintegritas.
Thariqun Najah merancang Agrobisnis Syariah sebagai kurikulum praktik wajib bagi seluruh santri. Konsep ini mencakup seluruh rantai nilai pertanian, mulai dari penanaman, pemeliharaan, pengolahan hasil, hingga pemasaran, semuanya dijalankan sesuai prinsip syariah, menghindari riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (perjudian). Lahan pesantren yang luas diubah menjadi laboratorium hidup untuk budidaya sayuran organik, perikanan, dan peternakan terpadu. Pendekatan ini memberikan santri keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di masa depan.
Pengembangan Agrobisnis Syariah ini memiliki dampak langsung pada upaya mendukung Ketahanan Pangan Lokal. Hasil panen dan ternak digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian santri, mengurangi ketergantungan pesantren pada pasokan luar. Kelebihan produksi kemudian dijual kepada masyarakat sekitar dengan harga yang adil, menciptakan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan. Thariqun Najah Kembangkan sistem distribusi yang efisien, sehingga produk segar dapat diakses dengan mudah oleh warga, berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan di tingkat lokal.
Komitmen Thariqun Najah terhadap Agrobisnis Syariah ini tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga edukatif. Santri diajarkan tentang pentingnya menjaga lingkungan (hifzhul bi’ah) dan etika bermuamalah. Mereka menjadi pelopor dalam penggunaan metode pertanian ramah lingkungan, sejalan dengan ajaran Islam untuk menjaga keseimbangan alam. Dengan demikian, Thariqun Najah Kembangkan sebuah model yang ideal: mewujudkan kemandirian pesantren, meningkatkan Ketahanan Pangan Lokal, dan melahirkan santripreneur yang profesional, jujur, dan berakhlak mulia dalam menjalankan bisnisnya.