Di pondok pesantren, sosok Ustadz dan Ustadzah memegang peran yang jauh melampaui tugas mengajar di ruang kelas formal. Mereka adalah Pendidik Sekaligus Teladan, yang kehadirannya menjadi inti dari Pendidikan Karakter Islami dan tarbiyah spiritual santri selama 24 jam sehari. Peran sebagai Pendidik Sekaligus Teladan ini menuntut integrasi antara kecakapan akademik dalam menguasai Kitab Kuning dan konsistensi dalam mempraktikkan adab dan etika Islam. Inilah yang menjadi kunci keberhasilan pesantren dalam Mencetak Pemimpin yang berintegritas dan memiliki kematangan spiritual.
Berbeda dengan guru di sekolah umum yang berinteraksi hanya selama jam pelajaran, Ustadz dan Ustadzah hidup bersama santri di lingkungan asrama, menyaksikan dan terlibat dalam setiap aspek kehidupan mereka, dari waktu shalat subuh hingga jam tidur malam (pukul 21.00 WIB). Mereka menjadi panutan yang konkret. Ketika seorang Ustadz mengajar tentang zuhud (kesederhanaan) dalam kelas Halaqah vs Kelas, santri melihat langsung manifestasi dari Hidup Sederhana tersebut dalam gaya hidup, pakaian, dan perilaku keseharian Ustadz. Konsistensi antara ucapan dan perbuatan ini adalah Teknik Pengajaran yang paling efektif.
Peran ganda sebagai Pendidik Sekaligus Teladan juga menuntut Ustadz dan Ustadzah untuk menjadi mentor sekaligus pengawas. Mereka bertanggung jawab untuk Mengajar Santri materi formal di madrasah, memberikan bimbingan spiritual (Urgensi Tarbiyah Ruhiyah), dan menegakkan disiplin di asrama. Misalnya, Ustadz Pembimbing di Pesantren Rahmatullah (fiktif) tidak hanya mengoreksi hafalan Al-Qur’an santri setiap hari setelah shalat Maghrib, tetapi juga menjadi tempat curhat santri mengenai masalah pribadi dan emosional (parenting pengganti).
Untuk mendukung peran yang berat ini, Ustadz dan Ustadzah diwajibkan mengikuti upgrading keilmuan dan training kepribadian secara berkala. Misalnya, setiap hari Ahad pertama setiap bulan, seluruh dewan guru wajib mengikuti sesi pelatihan manajemen emosi dan resolusi konflik. Penilaian kinerja Ustadz dan Ustadzah pun tidak hanya didasarkan pada Sistem Evaluasi akademik santri, tetapi juga pada hasil survei kepuasan dan adab yang dilakukan oleh santri senior, menunjukkan bahwa teladan adalah parameter utama keberhasilan mereka dalam Membekali Santri dengan ilmu yang bermanfaat.