Thariqun Najah Tanamkan Etika Berbicara Santri Kepada Guru

Proses pendidikan ini bertujuan untuk tanamkan etika berbicara yang mencerminkan kerendahan hati dan kemuliaan akhlak. Di pesantren ini, santri diajarkan untuk menjaga nada suara agar tidak lebih tinggi dari suara sang guru. Mereka juga dilatih untuk memilih kata-kata yang paling sopan, menggunakan bahasa yang formal jika menggunakan bahasa daerah, dan menghindari memotong pembicaraan saat guru sedang memberikan penjelasan. Hal ini bukan tentang menciptakan jarak, melainkan tentang membangun rasa hormat yang mendalam kepada pemegang warisan para nabi.

Pondok Pesantren Thariqun Najah telah lama dikenal sebagai institusi yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan dan tata krama dalam berinteraksi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian khusus dalam kurikulum adab mereka adalah bagaimana seorang murid berkomunikasi dengan pendidiknya. Pesantren ini sangat menyadari bahwa ilmu tidak akan mengalir dengan sempurna jika tidak melalui perantara rasa hormat. Oleh karena itu, Thariqun Najah memberikan porsi yang besar dalam mendidik santri mengenai tata cara berkomunikasi yang baik dan benar.

Penerapan adab santri kepada guru ini terlihat dalam keseharian di kelas maupun di luar kelas. Saat berpapasan dengan guru di jalan, santri di Thariqun Najah tidak hanya bersalaman, tetapi juga menyapa dengan ucapan salam yang lembut dan posisi tubuh yang sedikit membungkuk sebagai tanda hormat. Ketika ingin bertanya di dalam kelas, mereka akan mengangkat tangan dengan sopan dan menunggu izin sebelum berbicara. Tradisi ini dibiasakan terus-menerus hingga menjadi karakter yang melekat secara alami dalam diri setiap santri.

Guru di Thariqun Najah juga berperan sebagai cermin. Mereka membalas kesopanan santri dengan kelembutan dan kasih sayang, namun tetap tegas dalam hal prinsip. Komunikasi dua arah yang berbasis adab ini menciptakan suasana belajar yang sangat kondusif dan penuh berkah. Pesantren ini meyakini bahwa seorang santri yang memiliki etika berbicara yang baik akan lebih mudah mendapatkan perhatian dan doa tulus dari gurunya. Doa guru inilah yang seringkali menjadi rahasia kesuksesan para alumni di kemudian hari.