Sinergi antara hukum syariat dan perkembangan ilmu pengetahuan modern dipelajari secara mendalam oleh para santri di Pondok Pesantren Thariqunnajah. Penerapan perhitungan matematis bumi dan benda langit digunakan untuk menjawab kebutuhan ibadah umat, seperti pengukuran akurasi arah shalat dan penentuan awal bulan hijriah. Kegiatan Fiqih Astronomi ini menggabungkan pemahaman teks kitab klasik dengan praktik ilmu falak menggunakan peralatan observasi modern. Pendalaman kajian Fiqih Astronomi menjadi sarana penting bagi santri untuk memahami metodologi penentuan waktu ibadah secara ilmiah dan accountable.
Sesi pembelajaran luar ruangan digelar di observatorium mini pesantren dengan memanfaatkan instrumen teodolit, kompas presisi, serta teropong bintang digital. Para santri diajarkan cara menghitung derajat koordinat lintang dan bujur suatu tempat guna menentukan garis lurus menuju Ka’bah di Mekkah secara akurat. Pembuktian posisi bayangan matahari pada jam-jam tertentu juga dipraktikkan langsung untuk mengonfirmasi ketepatan arah kiblat masjid-masjid sekitar.
Selain penentuan arah shalat, materi dilanjutkan dengan simulasi perhitungan posisi bulan sabit atau hilal saat memasuki pergantian bulan komariah. Santri dilatih menggunakan rumus hisab astronomi modern untuk memprediksi ketinggian serta sudut elongasi bulan saat matahari terbenam. Pengetahuan ini membekali santri agar mampu memahami perbedaan metode hisab dan rukyat yang kerap digunakan dalam penetapan awal Ramadhan.
Kajian keilmuan ini mendapat respon antusias dari para santri tingkat atas yang ingin mendalami integrasi sains dalam hukum fiqih Islam. Diskusi hangat sering terjadi ketika santri membandingkan hasil perhitungan kaji manual metode kitab terbitan lama dengan hasil olahan aplikasi astronomi komputer. Pemahaman ilmiah ini membuka wawasan santri bahwa ajaran Islam sangat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengasuh pesantren berharap melalui pembelajaran terpadu ini dapat lahir ahli falak muda yang mampu memberikan petunjuk keagamaan yang akurat bagi masyarakat. Pengukuran kiblat gratis bagi mushola dan rumah warga sekitar kerap dijadikan sebagai sarana pengabdian masyarakat oleh para santri. Langkah nyata ini dirasakan sangat membantu warga dalam menyempurnakan syarat sah pelaksanaan ibadah shalat.
Pengembangan kajian ilmu sains astronomi di Pesantren Thariqunnajah menegaskan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang adaptif terhadap kemajuan zaman. Perpaduan antara kedalaman ilmu syariat dan ketelitian sains menciptakan generasi santri yang berwawasan luas dan rasional. Keahlian ini menjadi modal berharga bagi santri dalam berkontribusi bagi pengembangan keilmuan Islam di masa depan.